The Fire Rooster Year : Solo Imlek Festival 2017

 

Wajah Kota Solo beberapa hari ini sedikit berbeda dari hari-hari biasa. Berbagai ornamen berwarna merah menghiasi sepanjang jalan terutama di kawasan Pasar Gedhe dan perkampungan Sudiroprajan, yang tak jauh dari Pasar Gedhe. Tampak kota ini bersolek dan semarak menyambut tahun baru Imlek.

 

 

Solo Imlek Festival menjadi perhelatan yang ditunggu setiap tahunnya oleh masyarakat Solo, turis lokal bahkan mancanegara yang penasaran menikmati atmosfir perayaan Imlek di kota kecil ini. Digelar sejak tanggal 22 hingga 27 Januari 2017. Grebeg Sudiro menjadi penanda dimulainya Solo Imlek Fetsival. Grebeg Sudiro merupakan perayaan perpaduan masyarakat Thionghoa Jawa. Kata “grebeg” berasal dari tradisi Jawa, biasanya untuk menyambut hari-hari besar yang ditandai adanya gunungan yang tersusun dari hasil bumi dan yang berbeda di grebeg ini adalah ada gununungan kue keranjang dan bakpau. “Sudiro” sendiri adalah Sudiroprajan, daerah di mana mayoritas masyarakat penduduknya adalah peranakan Cina. Menarik sekali! Berbagai lapisan masyakarat dari berbagai kalangan ekonomi, lintas agama dan suku menikmati sajian Grebeg Sudiro yang digelar Minggu kemarin, 22 Januari 2017. Tidak ada batas, mereka sama-sama menikmati keseruan Grebeg Sudiro kali ini.

 

 

Kawasan Pasar Gedhe disulap menjadi “pasar lampion”, terinstal sebanyak 5000 lampion di kawasan ini menambah semarak Solo Imlek Festival. Lampion-lampion yang tergantung di atas sepanjang jalan kawasan Pasar Gedhe mendadak menjadi kawasaan wisata, tempat di mana banyak orang ingin berfoto selfie ataupun hanya sekedar menikmati keindahan lampion-lampion gantung dan instalasi berbagai shio. Banyaknya pengunjung setiap harinya hingga akhirnya jalan sepanjang Pasar Gedhe hingga Gladag ditutup untuk kendaraan bermotor.

Tak mengherankan berbagai media juga turut antusias datang ke Solo untuk meliputi rangkaian Solo Imlek Festival ini karena potret kehidupan yang toleran dan plural tergambarkan jelas di Kota Solo.

Jika kamu berkunjung ke Solo, jangan lupa mampir di Solo Imlek Festival ya :)

Jika tahun ini kamu terlambat untuk berkunjung ke Solo dan melewatkan Solo Imlek Festival, kamu bisa update info tentang Solo Imlek Festival tahun depan  di www.soloimlek.id, di sana kamu akan ditawarkan beberapa paket wisata selama perayaan Imlek di Kota Solo.

Ohya, sudahkah kamu tahu shio tahun baru Imlek 2017 kali ini? Tahun baru Imlek 2017 adalah tahun “Ayam Api”. Biasa dilambangkan dengan simbol ayam jantan berwarna merah. Sungguh kurang lengkap rasanya kalau kita menikmati Solo Imlek Festival tahun ini tapi kita tidak pernah tahu makna tahun “Ayam Api”. Ayam jantan menjadi simbol kecenderungan percaya diri yang tinggi tergambarkan dari cara ayam jantan membusungkan dada. Ayam jantan juga menggambarkan kecenderungan bekerja keras, rajin dan memiliki sense yang kuat dalam ketepatan waktu ketika bekerja.

 

(Klentheng Tien Kok Sie)

 

(Doa mengiringi dimulainya Grebeg Sudiro di Klentheng Tien Kok Sie)

 

(Lampion gantung di dalam Pasar Gedhe)

 

Selamat Tahun Baru Imlek 2017. Semoga ke depan kita selalu produktif :)

Blog_entry: 

Facebook comments